Wednesday, July 27, 2016

Meluruskan Pokemon Si ‘Aku Yahudi’

YouTube.com
Di berbagai media lokal santer tersiar kabar bahwa Ibunda Illiza (wali kota tercinta) mengharamkan Pokemon Go. Alasannya karena maknanya ‘Aku Yahudi’. Ini diperoleh sang bunda melalui berbagai berita terkait arti kata Pokemon yang dibagikan kepada beliau melalui berbagai media daring.

Alasan tersebut saya ketahui setelah

Friday, June 24, 2016

Gulѐe Jruek, Kuliner Maknyus Orang Aceh


Gulee Jruek
Berbuka puasa dengan kue adalah hal biasa. Begitu pula dengan menu lainnya seperti ikan dengan berbagai variasi masakannya, sayur-sayuran dengan berbagai ragamnya, atau ayam dengan berbagai variasi menunya.

Namun, Anda akan merasakan sensasi yang luar biasa manakala berbuka puasa dengan jruek.
Jruek (asam durian) adalah kuliner khas Aceh wilayah barat selatan dan telah ada sejak zaman endatu. Maka, jangan berharap Anda akan menemukan kuliner ini di tempat lain.

Jruek terbuat dari durian masak. Isi durian diambil, lalu disimpan agar asam. Meski demikian, jruek juga bisa dibuat tanpa harus menunggu asam dulu. Hanya saja, bila hendak dijadikan gulai, harus diasamkan dulu dengan jeruk nipis. Dari segi warnanya, sudah pastilah berwarna kekuningan, tetapi sudah berubah rasa menjadi asam.

Jruek dapat diolah menjadi beberapa menu makanan. Ada yang menjadikannya

Monday, June 20, 2016

Kapan Nikah?

Banyak lajang menghindar dari pertanyaan “Kapan nikah?” Katanya, meski hanya dua kata, pertanyaan itu terasa menusuk, menghujam kuat di dalam dada. Ya, menusuk laksana tertusuk duri, menyayat ibarat sembilu.

Ah, segitunya? Betapa tidak, meski sebenarnya retorik, pertanyaan itu memantik kembali alam kesadaran orang yang menjadi sasaran penanya bahwa ia masih lajang, sementara teman-temannya semua telah menikah. Konon lagi, pertanyaan itu melahirkan “libido” kegelisahan, mungkin berujung insomnia, tatkala mengingat kawan-kawannya sudah punya anak satu, dua, tiga, bahkan sebanyak tim pemain sepak bola. Lengkap sudah penderitaan hati, makin tertusuk dan makin tersayat J.

Belum lagi mengingat isi kantong,

Wednesday, June 15, 2016

Begini Cara Memilih Materi Ajar Sastra

Pendahuluan

Dalam setiap pembelajaran sastra, termasuk pula pembalajaran bahasa atau pembelajaran lainnya, keberhasilan pembelajaran merupakan dambaan setiap guru. Rasa kecewa yang sangat mendalam tentu saja akan muncul dari pribadi guru itu sendiri manakala pembelajaran yang ia lakoni tidak menghasilkan apa-apa bagi peserta didik. Oleh karena itu, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai keberhasilan pembelajaran sastra yang ia lakoni tersebut. Usaha yang ia lakukukan ini juga membuktikan keprofesionalan ia sebagai seorang guru.

            Usaha-usaha yang ia lakukan untuk mencapai keberhasilan tersebut dapat berupa merumuskan tujuan pembelajaran, memilih metode, teknik, dan model pembelajaran, dan memilih materi ajar. Namun, hal yang sangat disayangkan adalah

Friday, June 10, 2016

Benarkah Penulisan 'Siapa Namanya' dalam Bahasa Indonesia?

Iustrasi. +YouTube 
Dalam praktik pemakaiannya, cukup banyak orang menggunakan bentuk –nya yang dipadukan dengan kata dasar tertentu, seperti Siapakah namanya?, atau Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Lantas, benarkah penggunaannya tersebut?

Fungsi akhiran –nya ada beberapa macam, antara lain, pengganti orang ketiga tunggal, pembendaan, dan penegas. Jika kita akan menanyakan nama orang yang disapa, kita berhadapan dengan orang kedua, seperti Adik, mu, kamu, Saudara, Bapak, dan Anda. Karena itu, penggunaan akhiran –nya pada siapa namanya sangat tidak cocok.

Pertanyaan Siapa namanya digunakan jika penanya ingin mengetahui nama orang ketiga, bukan untuk menanyakan nama orang yang diajak berbicara. Jadi, perbaikan yang benar untuk bentuk di atas adalah sebagai berikut:
a.       Siapa namamu?
b.      Siapa nama Adik?
c.       Siapa nama Saudara?

d.      Namamu siapa, Nak?